Pendahuluan
Halo Sobat Ukmi!, “AS-Israel-Iran", pertikaian antara ketiga negara ini kembali memanas di awal bulan Ramadhan 2026. Pertikaian tersebut bukan sekadar konflik regional, melainkan krisis geopolitik yang berdampak langsung pada ekonomi dan keamanan global. Konflik ini diperparah dengan blokade Selat Hormuz yang mengancam pasokan energi global. Mengapa konflik ini penting? Karena konflik ini tidak hanya merugikan ketiga negara, tetapi juga mengguncang rantai pasokan global, memicu kenaikan harga minyak, dan berpotensi memicu konflik berskala lebih luas dengan keterlibatan negara adidaya.Penasaran dengan kelanjutannya? Mari kita bahas!.

Awal Mula Konflik

Konflik ini bermula pada 28 Februari 2026 melalui Operasi Epic Fury yang dilakukan Amerika Serikat. Namun, Konflik ini tidak muncul secara tiba-tiba. Konflik ini merupakan akumulasi dari perseteruan panjang terkait program nuklir Iran, persaingan geopolitik di Timur Tengah, serta hubungan permusuhan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Selain operasi Epic Fury, Israel juga melakukan serangan lanjutan yang menargetkan fasilitas serupa. 

Saling Berbalas Serangan
Merespons serangan AS dan Israel, Iran melancarkan serangan balasan yang  pada awal Maret 2026. Serangan tersebut menargetkan pangkalan militer AS di negara-negara Teluk, wilayah-wilayah Israel, serta infrastruktur sipil di beberapa ibu kota negara Teluk. Langkah ini secara politik bertujuan untuk merusak stabilitas koalisi AS di Timur Tengah dengan menciptakan tekanan ekonomi langsung pada negara-negara sekutu AS. AS-Israel pun tidak tinggal diam dan kembali melancarkan serangan balasan pada pertengahan Maret 2026. Kali ini bukan hanya fasilitas yang berkaitan dengan program nuklir, tetapi juga fasilitas yang diduga menjadi tempat perlindungan beberapa pejabat penting Iran. Secara strategis, serangan ini bukan sekedar upaya melumpuhkan fisik, melainkan pesan politk untuk menciptakan kekosongan komando di dalam struktur pemerintahan Iran. 

Wafatnya Sang Supreme Leader Iran
Puncak ketegangan terjadi ketika serangan pembuka AS-Israel pada 28 Februari 2026 berhasil menumbangkan Supreme Leader Iran yaitu Ayatollah Ali Khamenei. Pihak Iran sendiri baru mengkonfirmasi kematian pemimpinnya tersebut pada 1 Maret 2026, sekaligus menyatakan masa berkabung selama 40 hari. Wafatnya Supreme Leader Iran menciptakan guncangan pada kekuasaan militer Teheran, mengingat posisinya merupakan simbol pemersatu faksi militer dan religius. Dengan wafatnya pemimpin tertinggi mereka, Iran mengangkat pemimpin baru yaitu Mojtaba Khamenei yang merupakan putra Supreme Leader sebelumnya pada 9 Maret 2026. Namun, pengangkatan ini menuai penolakan dari AS dan Israel, dengan Presiden Trump menyebutnya 'tidak dapat diterima' dan Israel mengancam akan menargetkan siapa pun yang menggantikannya. Ancaman tersebut menunjukkan upaya pihak musuh untuk mencegah stabilisasi komando Iran, sekaligus memicu risiko ketidakpastian politik jangka panjang yang dapat melemahkan kontrol Iran terhadap proksi-proksinya di Timur Tengah.

Dampak Konflik dalam Bidang Ekonomi
Dengan memanfaatkan keuntungan geografisnya, Iran melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang terkait dengan AS-Israel di Selat Hormuz. Pada 10 Maret 2026, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan pelarangan pengiriman minyak dari Timur Tengah hingga agresi AS-Israel berakhir. Blokade ini memutus jalur distribusi sekitar 20% pasokan minyak dunia, menciptakan kelangkaan mendadak yang memicu lonjakan harga minyak mentah hingga di atas USD 100 per barel (naik 40%), sebagaimana dilaporkan RFI dan Bloomberg. Sebagai respons, Amerika Serikat mengeluarkan lisensi sementara 30 hari pada 12 Maret 2026 yang mengizinkan pembelian minyak Rusia yang terjebak di laut. Langkah ini diambil untuk menambah suplai minyak ke pasar global, mengatasi defisit akibat blokade Hormuz, dan mencegah inflasi yang lebih parah akibat harga energi yang melambung.

Dampak Konflik dalam Bidang Politik Global
Konflik AS–Israel–Iran berdampak luas pada stabilitas global karena meningkatkan ketegangan internasional dan berpotensi melibatkan kekuatan besar lain. Gangguan pada jalur strategis seperti Selat Hormuz dapat menghambat distribusi energi dan rantai pasok dunia. Selain itu, konflik ini memicu ketidakpastian ekonomi, melemahkan mata uang negara berkembang, serta meningkatkan inflasi yang dapat berdampak pada stabilitas politik dalam negeri. Oleh karena itu, penyelesaian melalui diplomasi internasional sangat penting untuk mencegah eskalasi yang lebih besar.

Dampak Konflik bagi Indonesia
“Ah, konflik Amerika Serikat vs Iran atau Israel vs Iran, nggak ngaruh ke hidup ku.”. Eits, Sobat UKMI, jangan salah. Yuk kita lihat lagi pelan-pelan. Di Timur Tengah ada jalur penting namanya Selat Hormuz. Jalur ini dilewati sekitar 20% distribusi minyak dunia yang mana itu menjadi persentase tertinggi pada distribusi mintak dunia. Nah, kalau konflik bikin jalur ini terganggu, pasokan minyak jadi seret. Kalau minyak nya berkurang tapi yang butuh tetap banyak, otomatis harga minyak dunia naik. Terus hubungannya sama Indonesia apa? Nah, Indonesia masih sangat bergantung pada impor minyak. Begitu harga global naik, biaya impor ikut naik juga. Pemerintah dilema dengan dua pilihan. Kalau harga BBM ditahan, subsidi harus ditambah dan itu bikin anggaran negara makin berat. Tapi kalau subsidi nggak kuat, ya mau nggak mau harga BBM dinaikkan. Begitu BBM naik, efeknya langsung berasa ke mana-mana. Ongkos transport naik, biaya kirim barang ikut naik, harga kebutuhan sehari-hari juga pelan-pelan naik. Ujungnya? Ya kita semua yang ngerasain,biaya hidup makin kerasa. Bahkan pemerintah juga ikut tertekan karena harus ngatur ulang anggaran atau bikin kebijakan baru biar dampaknya nggak makin luas. Jadi ini bukan sekadar konflik “jauh di sana”. Rantai efeknya panjang, dan ujungnya bisa sampai ke dapur kita sendiri. Makanya, jangan cuma lewat di FYP gais. Ini real, dan ngaruh banget sama hidup kita.

Pandangan Beberapa Tokoh terkait Konflik
1. M. Muttaqien, S.IP, MA., Ph.D., Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Airlangga
Beliau memberikan pandangan bahwa Amerika Serikat dan Israel menjadikan isu keamanan sebagai alasan menyerang Iran. Beliau menyebut kedua negara merasa terancam oleh perkembangan program nuklir Iran yang berpotensi mengganggu kepentingan strategis mereka.
“Iran sedang mengembangkan teknologi nuklir komprehensif yang berfokus pada pengayaan uranium, reaktor air berat, dan pembangkit listrik tenaga nuklir. Teknologi ini mencakup sentrifugal canggih, produksi bahan bakar nuklir, dan radioisotop. Akar masalah konflik ini muncul karena Amerika merasa terancam dengan perkembangan nuklir Iran dan akhirnya menyerang.” 

2. Dino Patti Djalal, Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI
Beliau memberikan pandangan terhadap sikap Indonesia yang berinisiatif menjadi juru damai AS-Israel dengan Iran
“Langkah yang diambil Indonesia dalam konflik tersebut tidak realistis karena AS jarang mau dimediasi pihak ketiga dan juga hubungan Indonesia-Iran saat ini belum cukup dekat.”
“hal paling penting bagi Indonesia adalah menegaskan posisi secara jelas, tegas, dan lugas, bukan mencari peran sebagai juru damai. Indonesia harus berani menyatakan kebenaran atau kesalahan, apapun resikonya. Bagaimanapun, serangan AS-Israel terhadap Iran bertentangan dengan seluruh prinsip perdamaian dan norma hukum internasional yang disampaikan Indonesia dalam pidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), September 2025.”

Referensi
- bloomberg.com/news/articles/2026-03-13/oil-s-crisis-deepens-as-traders-fret-on-longer-hormuz-blockage 
- france24.com/en/europe/20260313-us-allows-sale-of-russian-oil-at-sea-amid-middle-east-war 
- https://gaw-bariri.bmkg.go.id/index.php/karya-tulis-dan-artikel/artikel/423-konflik-timur-tengah-bahan- bakar-fosil-dan-ancaman-bagi-iklim
- https://internasional.kompas.com/read/2026/02/28/212743270/kenapa-israel-dan-as-menyerang-iran- pada-28-februari-2026?page=all 
- https://m.antaranews.com/berita/5448908/apindo-cermati-potensi-dampak-ekonomi-dari-konflik-di-timur-tengah?utm
- https://money.kompas.com/read/2025/06/13/111500626/harga-minyak-dunia-bergejolak-efek-konflik-timur-tengah
- https://money.kompas.com/read/2026/03/12/101216926/konflik-timur-tengah-memanas-iran-harga-minyak-bisa-capai-200-dollar-as?page=all
- https://unair.ac.id/konflik-iran-as-memanas-dosen-hi-unair-soroti-dimensi-kedaulatan-internasional/
- https://www.aljazeera.com/news/2026/3/8/iran-names-khameneis-son-as-new-supreme-leader-after-fathers-killing-2 
- https://www.detik.com/jogja/berita/d-8388390/apa-penyebab-perang-iran-dan-amerika-israel-ini-pemicunya 
- https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/tren/read/2026/03/02/152000165/serangan-di-selat-hormuz-bisa-picu-kenaikan-harga-bbm-di-indonesia-ini-kata
- https://www.google.com/amp/s/m.antaranews.com/amp/berita/4923597/mengantisipasi-ancaman-energi-di-tengah-krisis-timur-tengah
- https://www.kompas.id/artikel/inisiatif-prabowo-jadi-juru-damai-as-israel-dengan-iran-dipertanyakan
- https://www.kompas.id/artikel/iran-mengumumkan-kematian-ayatollah-ali-khamenei 
- https://www.kompas.id/artikel/kemampuan-bertahan-iran-dalam-perang-dengan-as 
- https://www.kompas.id/artikel/konflik-peperangan-dan-ancaman-stabilitas-keuangan-rumah-tangga-indonesia
- https://www.kompas.tv/internasional/655103/trump-tolak-anak-khamenei-jadi-pemimpin-iran-merasa-berhak-ikut-memutuskan 
- https://www.tempo.co/internasional/israel-dilaporkan-targetkan-tokoh-politik-dan-militer-iran-2118574 
- https://www.um-surabaya.ac.id/news/pakar-hukum-internasional-konflik-as-israel-iran-berpotensi-picu-- krisis-energi-dan-perang-global
- kompas.com/tren/read/2026/03/12/101500565/iran-kirim-lebih-dari-11-juta-barel-minyak-melalui-selat-hormuz-sejak 
- reuters.com/business/energy/us-issues-new-russia-related-general-license-oil-treasury-website-2026-03-12 
- rfi.fr/en/international-news/20260312-oil-prices-surge-as-supply-fears-offset-iea-s-record-stockpile-release
- tempo.co/internasional/iran-janji-blokade-minyak-hingga-agresi-as-israel-berakhir-2121028